Posted by: sunarta on: Mei 24, 2009
BOJONEGORO, KOMPAS.com- Gejala apa lagi ini? Siswa-siswi SMP kok ya sudah berani berhubungan intim layaknya suami istri. Sudah begitu, ketahuan warga pula.
Itulah yang terjadi pada dua siswa kelas I SMP di Bojonegoro, sebut saja namanya AS (15), warga Desa Kauman, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, dan ceweknya sebut saja EL (14), warga Desa Selorejo juga di Kecamatan Baureno.
Peristiwa itu terjadi Sabtu petang (23/5) lalu, di rumah teman mereka bernama Reza (15) di Dusun Kebon, Desa Kauman. Saat ini EL masih terguncang jiwanya. Ia juga masih mengalami pendarahan dan robek pada organ kewanitaannya. Orang tuanya pun masih terpukul.
Kepala Bagian Binamitra Kepolisian Resor Bojonegoro Komisaris Kusen Hidayat, Minggu (24/5), menyatakan, tersangka AS telah ditahan sejak Sabtu malam. Polisi telah mengumpulkan barang bukti berupa seprei ranjang dan celana dalam EL yang dipenuhi bercak darah.
Hubungan yang tak selayaknya dilakukan anak-anak baru gede alias ABG itu bermula saat AS mengajak EL main ke rumah Reza pada Sabtu sore lalu. Saat itu Rz sedang keluar, sehingga AS dan EL ditemui orang tua Reza bernama Watini (45) dan Munjiat (50).
Kepada Watini dan Munjiant, AS dan EL menyatakan akan menunggu Reza di ruang tamu, karena kedua orang tua Reza ada keperluan di tetangga. Ketika melihat kamar Reza kosong dan tidak ada orang lain di dalam rumah, AS mengajak EL masuk ke kamar itu dan kemudian merayunya. Akhirnya, mereka pun kebablasan.
Saat pulang, Watini terkejut mendapati rumahnya sunyi. Dia bersama Munjiat kemudian mencari dua tamu anaknya. Keduanya mendengar ada suara desahan dan rintihan perempuan. Betapa kagetnya ketika mendapati AS dan EL sedang asyik bergumul di kamar tidur anaknya.
Watini lantas memanggil menantunya, Subhan, yang tidak jauh dari rumahnya. Mereka pun mendobrak pintu kamar Reza. AS yang terkejut melarikan diri dengan meloncat keluar lewat jendela lalu pergi dengan sepeda motornya, sementara EL hanya bisa tertunduk malu sambil membenahi pakaiannya. Selanjutnya Subhan membawa EL ke Kepolisian Sektor Baureno untuk menjelaskan peristiwa yang dialami.
Kepala Polsek Baureno Ajun Komisaris Imam Khanafi menyatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan kedua siswa itu benar-benar berhubungan layaknya suami istri. Berdasarkan hasil visum, alat kewanitaan EL robek akibat benda tumpul. Itu diperkuat dengan bercak darah di celana dalam korban.
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa beberapa saksi, termasuk Watini, Reza, Subhan, dan orang tua EL. AS telah ditahan sejak Sabtu malam.
Mengurung diri
Saat ini EL benar-benar terguncang. Menurut Hanik dari Divisi Advokasi Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak Bojonegoro, EL terus mengurung diri sambil menangisi peristiwa yang memalukan itu. P3A sendiri menerima laporan dari orangtua EL pada hari Minggu siang kemarin.
Menurut Hani, saat ini EL membutuhkan konseling dan pemulihan mental. “Yang terpenting pemulihan dari trauma fisik maupun psikis,” katanya.
Mei 26, 2009 pada 5:17 am
ya ampun . . . .kok’ sampe kaya gitu ya? Apa AS dan EL tidak di bekali pendidikan Agama oleh orang tuanya? saya sebagai anak SMP turut prihatin terhadap EL….kasihan dia,karena AS pengecut.Ia melarikan diri begitu saja!
Saya harap para orang tua memnuntun ananknya bukan malah memarahi mereka!
Mei 26, 2009 pada 6:14 am
emang dunia makin panas…nasssss
Juli 20, 2009 pada 11:07 am
yah namanya puncak jaman yang ditandai banyak kejadian yang selama ini dianggap tabu kini dilihatkan secara terang”an seperti yang tertera pada relif candi” di Indonesia maupun dilain tempat yang menandakan akan ada pergeseran budaya salah satunya perilaku kehidupan bebas dan sampai pada titik puncaknya kembali kejaman kedamaian yang ditandai kehadiran sosok ratu adil