Posted by: sunarta on: Agustus 22, 2009
Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya kolesterol, selain daging, kuning telur kini termasuk makanan yang dihindari. Padahal, para ahli kini menyimpulkan bahwa telur tidak memengaruhi kadar kolesterol secara signifikan.
Hal itu didukung oleh data statistik berdasarkan 224 studi mengenai diet yang dilakukan selama 25 tahun. Diketahui bahwa bukan kolesterol yang memengaruhi kadar kolesterol dalam darah, tetapi lemak jenuh. Telur diketahui hanya mengandung sedikit lemak jenuh.
Penelitian terkini juga menunjukkan bahwa mengonsumsi telur bisa memperbaiki kadar lipid (kolesterol) seseorang yang kolesterolnya naik saat mengonsumsi makanan kaya kolesterol.
Ada begitu banyak nutrisi penting dalam sebutir telur. Sebut saja choline, yang sangat penting untuk fungsi otak dan kesehatan.
Satu buah kuning telur mengandung lebih dari 25 persen kebutuhan choline setiap hari. Orang dewasa membutuhkan 425 g choline per hari, sedangkan anak balita butuh 250 g per hari. Sebuah penelitian mengungkapkan konsumsi choline yang cukup bisa menurunkan risiko kanker payudara.
Telur juga mengandung antioksidan serta lutein yang membantu mencegah gangguan penglihatan akibat penuaan dan katarak. Kadar lutein dalam telur bahkan lebih banyak dibanding pada sayuran berdaun hijau.
Orang yang punya penyakit jantung pun tidak disarankan untuk pantang telur. Mereka disarankan untuk mengurangi konsumsi kuning telur menjadi dua kali dalam seminggu. Studi terkini juga tidak menemukan kaitan antara makan enam kuning telur setiap minggu dengan kejadian serangan jantung atau stroke pada orang sehat.
Untuk mendapatkan manfaat lebih dari telur, saat ini di pasaran tersedia telur yang sudah diperkaya dengan omega-3. Telur yang diperkaya ini termasuk dalam telur plus-plus. Karena selain mengandung nutrisi dalam telur, juga mengandung asam lemak yang melindungi jantung.
Para ahli merekomendasikan konsumsi 1000 mg DHA dan EPA setiap hari, mengingat kebanyakan orang jarang mengonsumsi ikan. Untuk mendapatkan manfaat yang sama, disarankan mengonsumsi telur yang sudah diperkaya dan mengandung 300 mg omega-3 ini.
Posted by: sunarta on: Juni 6, 2009
KOMPAS.com – Dr. Yadi Haryadi, ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor menyatakan, bahwa penggunaan wadah makanan secara tidak berhati-hati dapat membahayakan kesehatan anak yang dampaknya akan dirasakan di masa depan. Hal ini disampaikannya di acara talkshow Plastik yang Ramah, di Restoran Euphoria, Kuningan, Jakarta, Selasa, (2/06).
Hal ini sekaligus untuk mengingatkan para orangtua, agar tidak hanya memastikan nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi anak-anak, tetapi juga wadah penyimpanan makanan mereka. Plastik memang merupakan salah satu penemuan terbaik yang pernah dibuat manusia. Bagaimana tidak, bahan ini kedap udara, enteng, mudah dibawa, dan tahan lama. Namun selain membantu manusia, plastik juga tergolong tak ramah lingkungan dan bisa berbahaya untuk kesehatan jika tidak memilih jenis yang aman digunakan.
Dr. Yadi menyatakan, tak semua plastik tercipta dan terbuat dalam keadaan aman untuk segala penggunaan. Ada plastik yang aman dan ada yang berbahaya. Karena plastik terbuat dari bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh, perlu diperhatikan apakah plastik wadah makanan yang digunakan sudah terdaftar oleh badan resmi yang menyatakan aman untuk kesehatan. Yang paling berbahaya adalah plastik kresek berwarna hitam yang banyak digunakan di pasaran. Plastik semacam ini mengandung zat kimia yang mudah mencemari makanan di dalamnya.
Apa yang menyebabkan plastik sebagai benda berbahaya? Plastik terbuat dari bahan yang disebut monomer dan plasticizer. Kedua bahan ini tidak baik untuk tubuh. Kontak antara plastik dengan makanan yang dikemas (khususnya makanan cair atau semi basah) dapat mengakibatkan perpindahan bahan-bahan kimia tadi ke dalam makanan, yang disebut migrasi. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh menumpuknya zat-zat tadi di tubuh adalah kanker.
Terdapat beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya migrasi, antara lain;
Panas. Makin tinggi suhu, prosen migrasi makin cepat dan makin banyak (misalkan, seporsi bakso panas yang disimpan dalam plastik).
Minyak. Minyak termasuk bahan yang cepat melarutkan komponen-komponen plastik.
Waktu. Makin lama kontak makanan dengan plastik, makin banyak komponen yang bermigrasi.
Untuk memastikan buah hati Anda terlindung dari bahaya yang termigrasi lewat plastik wadah makanan, perhatikan logo yang menunjukkan bahwa plastik aman digunakan saat terkontak dengan makanan. Yakni logo food safe atau food grade, yang disertai dengan lambang gelas dan garpu. Namun, perlu diketahui asal-usul plastik tersebut, apakah sumbernya terpercaya. Karena tak jarang pula ditemui produk-produk plastik palsu yang juga memiliki cap seperti ini.
Pada kesempatan yang sama, Ir. Wawas S., dari Sentra Teknologi Polimer BPPT, memberikan tips memilih wadah plastik yang aman, yakni;
* Pikirkan harganya. Jika harganya murah dan tak wajar, patut dicurigai keamanan penggunaan barang tersebut.
* Endus baunya. Jika ada aroma tertentu, misalnya wangi parfum buatan atau ada bau tengik, sudah pasti proses pembuatannya tak sempurna.
* Ketika dicuci, biasanya produk plastik tersebut akan berbuih lebih banyak dan sulit bersihnya. Ini terjadi karena proses pembuatannya tak sempurna, sehingga rongga plastiknya belum sempurna, dan tidak tertutup rapat.
* Jeli baca tanda produk yang aman untuk makanan.
Posted by: sunarta on: Juni 6, 2009
PEKANBARU, KOMPAS.com–Budayaman Riau, Al Azhar, mengatakan ada sekitar 60 naskah melayu kuno yang berasal dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau sudah berpindah tangan ke Malaysia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
“Para akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Malaysia berburu naskah melayu kuno itu sebagian besarnya di daerah Kepulauan Riau seperti di Pulau Lingga, Bintan dan Penyengat. Sementara di Riau daratan sendiri sejauh pantauan saya belum ada,” kata Al Azhar di Pekanbaru, Selasa.
Menurut dia, Malaysia gencar melanjutkan perburuan naskah Melayu kuno di Indonesia untuk menguatkan identitas kemelayuan negeri jiran dengan slogannya “truly Asia”.
Ia mengatakan naskah bersejarah yang berpindah tangan mayoritas berasal dari abad 19 Masehi berupa kitab tafsir, Alquran kuno, syair, memoar atau catatan harian para pujangga Melayu.
Para akademisi Malaysia berburu naskah Melayu kuno yang tidak tersimpan di museum, seperti dari para pemburu dari perseorangan yang menyimpan naskah tersebut di rumah. “Nilainya bisa jutaan rupiah,” ujarnya.
Ia mengatakan tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah aksi perburuan tersebut. Sebabnya, Pemerintah Indonesia sendiri dinilai belum terlalu serius mempertahankan warisan budaya tersebut. Bahkan, para pemburu naskah kuno dari Malaysia sempat mengatakan tindakan tersebut dilakukan karena Pemerintah Indonesia tidak mampu menjaga kelestarian naskah Melayu kuno.
Meski begitu, Al Azhar menolak klaim yang dilakukan Malaysia terhadap asal usul naskah tersebut. “Naskah Melayu kuno merupakan warisan budaya dan terbuka untuk diteliti oleh para akademisi dari berbagai belahan dunia. Tetapi, tidak berarti Malaysia berhak memiliki naskah tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Indonesia masih bisa mengklaim dan mengambil kembali naskah yang sudah berada di Malaysia karena di setiap naskah-naskah tersebut pasti ada tanda asal (kolofon) yang menggambarkan identitas penulis, tempat dan tanggal pembuatan naskah kuno tersebut pada halaman terakhir kitab.
“Sekarang tinggal bagaimana keseriusan pemerintah kita untuk menyelamatkan naskah-naskah tersebut. Karena pemerintah kita masih terfokus membicarakan budaya ini sebagai identitas belaka, dan Malaysia sudah menganggap hal ini sebagai komoditas,” kata Al Azhar.
Posted by: sunarta on: Juni 6, 2009
Di suatu pagi, 64 tahun lalu, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, tokok-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia berkumpul. Lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, semua tokoh pergerakan itu berdiri di teras rumah.
Sang tokoh sentral pergerakan, yang kala itu memakai busana putih-putih dan memakai peci maju ke depan menghampiri pengeras suara.
Dengan suaranya yang khas, ia membacakan proklamasi sebagai tanda kebebasan dan kemerdekaan Indonesia.
Tokoh utama yang membacakan proklamasi itu, kelak akan menjadi presiden Indonesia pertama.
Itulah Soekarno.
Soekarno, yang kelak sering dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur pada 6 Juni 1901.
Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo yang berprofesi sebagai seorang guru di Surabaya, Jatim. Ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, berasal dari Buleleng, Bali.
Disebutkan, banyak hal-hal aneh terjadi yang dianggap mengandung bermacam unsur pertanda pada waktu kelahiran Soekarno, misalnya, meletusnya Gunung Kelud yang berada di sekitar wilayah Kediri, Jatim.
Sekitar tahun 1914, Soekarno lulus Sekolah Dasar Bumi Putera di Mojokerto yang kemudian dilanjutkan ke Sekolah Dasar Belanda dan mengantungi ijazah calon pegawai negeri rendahan.
Setelah itu, Soekarno melanjutkan pendidikannya ke HBS (Hoogere Burger School) yang menjadi tempat awal penggemblengan jiwa nasionalismenya.
Selepas lulus HBS tahun 1920, Soekarno berangkat ke Bandung untuk melanjutkan di THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB).
Pada tahun 1926 atau ketika berumur 25 tahun, Soekarno berhasil menyelesaikan kuliahnya dan berhak menggunakan gelar insinyur.
Berulang kali ditangkap
Sejak aktif di pergerakan kemerdekaan, Soekarno berulang kali ditangkap dan dibuang ke pengasingan.
Penangkapan pertama kali dialami Soekarno pada Desember 1929 dan ditahan di penjara Banceuy, Bandung, Jawa Barat, karena dia dianggap melakukan pergerakan yang tidak disenangi Belanda.
Ketika di persidangan, Soekarno menyampaikan pledoi (nota pembelaan) yang kemudian dikenal dengan “Indonesia Menggugat”. Namun ia tetap dianggap bersalah dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara.
Hukuman yang dijatuhkan Belanda tidak membuat nasionalisme Soekarno pudar sehingga tetap membangkitkan semangat kebangsaan rakyat.
Karena aktivitasnya tersebut, Soekarno ditangkap kembali pada Pebruari 1938 dan diasingkan ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Setelah itu, masih dalam tahun 1938, pengasingan Soekarno dipindahkan ke Bengkulu hingga tahun 1942.
Meski berkali-kali ditangkap dan diasingkan tapi semangat dan rasa nasionalisme Soekarno tidak pernah luntur sedikit pun.
Itu menjadi inspirasi yang besar bagi rakyat Indonesia, kata Guru Besar ilmu politik dan komunikasi Universitas Indonesia (UI) Prof DR Bachtiar Aly.
Rakyat menjadi semakin bersungguh-sungguh memperjuangkan kemerdekaan meski harus menghadapi tantangan seperti ditangkap Belanda.
Mata air
Menurut Bachtiar Aly, Soekarno itu merupakan mata air inspirasi, baik secara nasional mau pun internasional.
Dalam dunia politik, kata Bachtiar, Soekarno dapat menjadi inspirasi tentang cara berkomunikasi dengan rakyat.
Soekarno selalu mencari tahu apa yang menjadi keinginan dan aspirasi rakyat, katanya, lalu mendiskusikan dengan teman-temannya seperti Muhammad Hatta dan Sutan Syahrir.
Karena itu, rakyat selalu seperti “terhipnotis” dengan pidatonya jika Soekarno berbicara tentang kebijakan yang akan dan perlu dilakukan.
Apalagi pidato tersebut disampaikan dengan gaya yang baik yang menyebabkan Soekarno sering disebut orator ulung.
Kehebatan Soekarno itu bukan hanya karena kemampuannya berorasi, kata Bachtia, tapi disebabkan materi pidatonya sesuai dengan keinginan rakyat. “Itu yang perlu ditiru para politisi saat ini,” katanya.
Dalam sejarah kemerdekaan, kata dia, Soekarno yang sering ditangkap dan diasing Belanda menginspirasi rakyat untuk rela berkorban demi mendapatkan kemerdekaan.
Soekarno juga sering menjadi inspirasi bagi pemimpin-pemimpin negara lain untuk memperjuangkan kemerdekaan di negaranya masing-masing.
Bachtiar mencontohkan Kwame Nkrumah, pengagum Soekarno, yang berhasil menjadi presiden pertama Ghana setelah memerdekakan negara itu dari penjajahan Inggris tahun 1957.
Popularitas Soekarno di mata internasional terbukti dengan dikukuhkannya nama proklamator RI itu sebagai nama jalan di beberapa negara.
“Ada di Mesir, ada juga di Maroko. Kalau di Mesir jalannya diberi nama Ahmad Soekarno,” kata Bachtiar Aly pernah menjadi Duta Besar RI untuk Mesir itu.
sumber : Kompas.com
Posted by: sunarta on: Juni 5, 2009
MANADO, KOMPAS.com — PT Pos Indonesia Manado, Sulawesi Utara, memberikan dana bantuan pendidikan berupa beasiswa dengan alokasi dana hingga sebesar Rp 4,26 miliar. Beasiswa hanya untuk siswa-siswi SMP kurang mampu.
“Ini merupakan bentuk kerja sama dan kepedulian PT Pos Indonesia terhadap dunia pendidikan,” ujar Humas PT Pos Manado, John Tampaty, di Manado, Jumat (5/6).
Menurut Tampaty, berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani dari pihak kantor pos maupun Dinas Pendidikan Manado, penyaluran dana tersebut dibagi dalam dua kategori.
“Kategori pertama adalah beasiswa miskin untuk kelas satu dan dua sekolah menengah pertama (SMP) dan kategori kedua adalah penyaluran dana bantuan beasiswa SMP terbuka untuk tahun 2009,” kata Tampaty.
Penyaluran bantuan beasiswa tersebut didistribusikan ke 14 kabupaten/kota yang ada di Sulut. Kabupaten/kota itu antara lain Kabupaten Kepulauan Talaud, Sangihe, Sitaro, Minahasa, Minut, Minsel, Mitra, Bolmong, Bolmut, Bolsel, Boltim, Kota Manado, Bitung, Tomohon, serta Kotamobagu.
Dengan jumlah murid mencapai 7.431 orang, alokasi dana beasiswa siswa miskin SMP periode Januari 2009 hingga Desember 2009 di seluruh kabupaten/kota tersebut mencapai Rp 3.945.861.000. Masing-masing siswa mendapatkan dana beasiswa sebesar Rp 531.000 per tahun.
“Beasiswa untuk SMP terbuka periode tahun 2009 sebanyak Rp 316.950.000 dengan jumlah siswa 1.366 orang, namun masing-masing siswa akan mendapat dana tersebut secara bervariasi tergantung prestasi yang mereka miliki,” jelas Tampaty.
Komentar Terakhir